Buku ini hendak mengurai bagaimana semangat Islam (dalam wujud ekonomi) dapat terjadi di pedesaan, tepatnya di Arjasari Kabupaten Bandung. Semangat berlangsung dalam rupa gerakan sosia. Sementara teoritisi memandang gerakan sosial merupakan respon atas kondisi yang berlangsung dengan melibatkan sumber daya yang ada disertai pembingaian yang menjadi pengikat sentimen kekelompokkan. Buku ini mele…
Tidak pernah terbayangkan di dalam benak kaumMuslim, sejak generasi sahabat-ridlwanullahi 'alaihim- hingga dua generasi yang lalu, bahwa negara Khilafak Islam, yang selama lebih dari 13 abad menjadi sandaran, penjaga dan pelindung kaum Muslim, dan menjadi pilar utama ditegakkannya sistem hukum Islam, akan runtuh
Alam kehidupan sehari-hari sering dijumpai, bahwa tata cara memberikan lebih penting dari sesuatu yang diberikan itu sendiri. Semangkok teh pahit dan sepotong ubi goreng yang disajikan dengan cara sopan, ramah dan tanpa sikap yang dibuat-buat, akan lebih terasa enak dicicipi
Sukses itulah yang anda idam idamkan tapi bagaimana caranya? Tentu setiap orang bisa saja menemukan jalan kesuksesannnya sendiri. Namun yang pasti, sejumlah tips dan arahan akan lebiih melapangkan dan memperpendek jalan menuju sukses. Buku ini memberikan tips dan arahan itu. Dengan membaca buku ini, Anda bagai berguru pada Islam dan orang orang besar yang telah mengukir sejarah dunia. Rahasia d…
Apabila ada yang ingin mengetahui apa tujuan dan bagaimanakah peran Komunikasi Dakwah, inilah buku yang membahas hal tersebut secara lengkap. Bahwa tujuan komunikasi tidak hanya menciptakan dan memupuk hubungan dengan orang lain, tapi lebih banyak lagi segi-segi pembahasan dalam komunikasi.
Jangan lupakan sejarah, kata Soekarno. Tentu saja, karena dalam sejarah dengan segala dinamikanya terkandung jawaban untuk masa depan. Namun apa mau dikata, akselerasi peristiwa demi peristiwa yang susul-menyusul dalam rentang singkat perjalanan reformasi Indonesia membuat kita gelagapan menampung, menyimpan, dan mencernanya.
Perilaku, sikap, dan aktivitas sehari-hari kita--disadari atau tidak--sering mencerminkan akhlak jauh dari nilai-nilai keislaman, bukan jahiliah. Padahal telah jelas bahwa islam memberikan tuntunan dalam beradab, berprilaku, dan bersosialisasi.
Imam Al-Ghazali menggambarkan hati ada tiga macam. Pertama, hati yang shahih (sehat) yaitu hati yang salim (selamat). Hati seamacam ini djinajikan akan dapat bertemu dengan Allah (QS. Asy-Syu'ara[26]: 88-89). Kedua, hati yang mayyit (mati) yaitu hati yang mengeras dan membatu karena banyak kerak akibat dosa-dosa yang dilakukan.