Text
Ekoteologi : Mengamalkan Iman, Melestarikan Lingkungan
Jika iman harus diamalkan, lingkungan pun harus dilestarikan. Mempertemukan iman dan lingkungan dalam aksi nyata adalah panggilan kembali tujuan penciptaan manusia. Iman bukan sekadar niat atau pernyataan terucap, tetapi aktualisasi dalam praktik hidup yang melestarikan alam. Relasi antara iman dan tanggung jawab lingkungan, inilah yang disebut ekoteologi. Di tengah berbagai teori, Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan Ekoteologi sebagai arah dan kerangka kerja kebijakan yang memungkinkan lansiran teologis agama-agama dan kepercayaan terimplementasikan pada internalisasi nilai (iman), penumbuh-kembangan kesadaran (ilmu), dan praktik baik (amal) dalam tata kelola dan pelestarian lingkungan.
Penerapan ekoteologi dalam berbagai aksi nyata menjadi contoh baik ruang moderasi beragama dan pembelajaran baik kurikulum berbasiskan cinta terhadap Tuhan, manusia dan alam seutuhnya. Buku “Ekoteologi: Mengamalkan Iman, Melestarikan Lingkungan” ini bukan sekadar panduan perumusan program, kegiatan dan strategi pelestarian lingkungan berbasiskan iman sebagaimana ditetapkan Asta Protas Kementerian Agama Tahun 2025-2029 dan Asta Cita Presiden Republik Indonesia 2024-2029, tetapi juga menjadi bentuk hadir dan komitmennya Kementerian Agama dalam menjawab krisis lingkungan secara global, nasional dan lokal.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain